Cara Menentukan Diet Terbaik untuk Tubuh

Apr 8, 2021

0

Cara Menentukan Diet Terbaik untuk Tubuh

Cara Menentukan Diet Terbaik untuk Tubuh  – Berbicara mengenai cara menurunkan berat badan, pasti pikiran kita tertuju pada diet. Yah, ada banyak pola diet yang diklaim ampuh membuat tubuh langsing.

Mulai dari diet keto, mediterania, dan diet puasa, ada berbagai jenis diet dengan segenap manfaat dan efek sampingnya bagi tubuh.135580245 - Cara Menentukan Diet Terbaik untuk Tubuh

Mengutip dari canoecreekgolf.com Tentu ini membuat kita bingung menentukan pola diet apa yang paling tepat untuk tubuh kita. Nah, agar kita tak terjebak dalam pola diet yang keliru, beriku tips menentukan pola diet terbaik.

1. Jangan terlalu ekstrim melakukannya Jangan terlalu drastis melakukan perubahan dalam pola makan

. Ahli diet fungsional bernama Katherine Wohl mengatakan, perubahan pola makan yang ekstrim membuat hasilnya tak akan bertahan lama. Menurutnya, banyak dari kita hanya fokus pada membatasi makanan, menghitung kalori, atau terlalu banyak berpikir ketika memulai diet.

Misalnya, kita tergoda untuk memulai kembali diet dengan memperbanyak konsumsi jus setelah terlalu banyak mengonsumsi alkohol. “Tapi, terlalu banyak mengonsumsi jus juga bisa menjadi bumerang,” ucapnya. Buah-buahan dan sayuran tanpa serat, hanya menyediakan karbohidrat dan tak mengandung protein, serat, atau lemak sehat. Ini membuat kita mudah merasa lapar dan cenderung makan berlebihan.

“Setiap diet yang menghilangkan konsumsi seluruh kelompok makanan hanya memberi efek jangka pendek tanpa berkelanjutan,” papar ahli diet kardiovaskular bernama Julia Zumpano. Ia mengatakan, ketika kita melakukan diet ketat tanpa pengawasan medis, kita bisa mengalami gejala kurang gizi. Wohl mengatakan, tujuan utama makan adalah untuk memberi asupan bagi tubuh. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi makanan yang baik dan sesuai untuk tubuh kita.

2. Fokus pada makanan utuh Ahli diet kesehatan bernama Beth Bluestone mengatakan, konsep pola konsumsi makanan utuh berfokus pada bahan makanan nabati.

“Itu berarti mengurangi konsumsi junkfood, gula, dan makanan yang terlalu banyak diproses sebagai bagian dari diet,” ungkapnya. Sebaliknya, kita harus berkomitmen untuk mengonsumsi makanan berkualitas tinggi dan makanan padat gizi. “Pikirkan makanan yang alami,” kata Wohl.

Oleh karena itu, Oleh karena itu, Wohl merekomendasikan kita untuk memilih protein berkualitas, lemak sehat, banyak sayuran berwarna, dan beberapa buah, kacang-kacangan dan biji-bijian. “Mengatur asupan makanan yang kita konsumsi membantu sel-sel tubuh berfungsi dengan baik, menyeimbangkan gula darah dan menjaga energi,” tambahnya. Para ahli juga percaya, makanan utuh membantu detoksifikasi, membantu melawan peradangan dan membantu menyehatkan usus.

3. Jangan terpengaruh tren diet Pernah tergoda kesaksian seseorang tentang pola diet yang dianggap “ajaib”? Yah, banyak dari kita yang terjebak dengan hal itu.

Padahal, Bluestone menyarankan kita agar menghindari pola diet yang menjanjikan hasil yang cepat dengan sedikit usaha. Menurunkan berat badan dengan hasil instan tak akan bertahan lama. Menurut Bluestone, saat kita tak lagi menjalani diet tersebut, biasanya berat badan akan kembali meningkat.

Misalnya, saat ini sedang populer diet keto. Memang pola diet ini bekerja maksimal untuk beberapa prang. Namun, ahli diet kardiovaskuler bernama Kate Patton mengatakan, pola diet itu tak akan berhasil untuk semua orang. “Sulit mempertahankan diet ketogenik dalam jangka panjang. Dan tidak ada bukti jangka panjang yang cukup untuk mendukung manfaat dari diet tinggi lemak ini,” ucapnya.